A. Pendahuluan
Karya sastra merupakan refleksi pemikiran, perasan dan keinginan
pengarang lewat alat perantara yang disebut bahasa. Alat yang digunakan bukan
sembarangan, melainkan alat bahasa yang khas. Bahasa yang digunakan
bahasa yang memuat tanda-tanda atau semiotik. Ilmu yang mempelajari semiotik
adalah Semiologi. Semiotik mempercayai bahwasanya karya sastra mempunyai cara
pandang tersendiri. Karya sastra tidak hanya dilihat dari bentuknya saja, namun
memperhatikan tanda-tanda meskipun tanda tersebut tidak dianggap penting namun
dilihat dari semiotik bahwa tanda sekecil apapun pasti memiliki arti
tersendiri. Secara sederhana bahwa semiotika adalah ilmu (bidang penelitian)
yang membicarakan tanda-tanda bahasa dalam karya sastra. Menurut Pateda,
(2001:29) sekurang-kurangnya terdapat sembilan macam semiotik yang kita kenal
sekarang, yaitu; semiotik analitik, semiotik deskriptif, semiotik faunal,
semiotik kultural, semiotik naratif, semiotik natural, semiotik naratif,
semiotik sosial, dan semiotik language.
Dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin Ahmat Tohari terdapat sebuah cerpen
yag berjudul Blongkeng, cerpen tersebut menarik
untuk dikupas menggunakan kajian Semiotik dikarenakan terdapat banyak tanda-tanda
yang berwujud ikon, indeks ataupun simbol yang
memiliki pesan tersembunyi atau makna tersembunyi. Pada cerpen Blongkeng
terdapat banyak tanda-tanda yang harus dicari makna dibalik makna, ketidaklangsunganpernyataan
dalam sebuah cerpen itu menurut Riffatere(1978:2) disebabkan oleh tiga hal:penggantian
arti, penyimpangan arti dan penciptaan arti.Dalam cerpen tersebut, banyak
sekali pengarang menggunakan tanda bahasa yang asing ditelinga yang menjadikan
pemaknaan karya sastra tidak lengkap. Makna karya sastra pada cerpen tersebut
juga harus mempertimbangkan keterkaitan cerpen dengan wacana tanda.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah sebagai
beikut.
1.
Apakah Tanda-tandakhusus yang terdapat dalam cerpen Blongkeng karya Ahmat Tohari
dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin?
2.
Apakah makna yang terkandung dalam cerpen
Blongkeng karya Ahmat Tohari dalam kumpulan cerpen senyum karyamin?
Tujuan Penelian
Berdasarkan
rumusan masalah yang telah dikemukakan, tujuan penelitian sebagai berikut.
1.
Menentukan tanda-tanda khusus yang yang terdpat
dalam cerpen Blongkeng karya Ahmat Tohari dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin
2.
Mampu mendeskripsikan makna dari tanda-tanda khusus dalam cerpen Blongkeng
karya ahmat tohari dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin
LANDASAN TEORI
Kajian semiotik
akan mengungkap karya sastra sebagai sistem tanda. Tanda tersebut merupakan
sarana komunikasi yang bersifat estetis. Karenanya,
setiap tanda membutuhkan pemaknaan. Nauta (Segers, 2000:6) membagi tiga jenis
sarana komunikasi, yaitua: signals dan simbol. Sign Adalah tanda-tanda. Simbol
adalah lambang yang bermakna.
Menurut Barthes
( Kurniawan, 2001:56) tanda akan memuat empat subtansi yaitu, (a) subtansi
ekspresi, misalnya suara dan artikulator, (b) bentuk ekspresi yang dibuat oleh
aturan-aturan sinagmatik dan paradigmatik, (c) subtansi isi, misalnya, aspek-aspek emosional, idiologis, dan
pengucapan secara sederhana dari petanda, (d) bentuk isi, ini adalah susunan
normal petanda diantara tanda-tanda itu sendiri melalui hadir tidaknya sebuah
tanda sematik.
Fokema dan
Kunne-Ibsch (1977:166) memberikAn acuan bahwa penelitian semiotika sekurangnya
perlu memperhatikan tiga aspek utama, yaitu: a. The construction of abstract scientificnmodels, b. explanatory models, c. schmatic simplication.
Riffatere
(1978:1-2) penelitiAn semiotik perlu memperhatikan tiga hal, yaitu, a. displacingof meaning (penggantian arti)
b. distorting of meaning (penyimpangan
arti) c. creatingof meaning
(penciptaan arti).
Pembahasan
Blongkeng adalah
orang yang sedikit gila, yang bertempat tinggal di pasar. Blongkeng seorang
gadis yang dihamili oleh seseorang yang tidak dikenali. Tentang Blongkeng
memang tak ada duanya. Kecuali dia adalah perempuan secara bioogis
sempurna—seperti baru saja terbukti—sama halnyadengan perempuan-perempuann
lainya. Mereka tidak sudi disamakan martabatnya dengan Blongkeng.
Cerita Blongkeng
berlatar di Jawa. ” Perempuan-permpuan berdecap-decap sambil mengusap dada. ”
Gusti Pangeran’’. Bajul Bunting mana
yang telah menyerbu Blongkeng’’. Bajul
diartikan sebagai laki-laki, sedangkan menyerbu artinya adalah meniduri.
Ular dalam
cerpen tersebut berarti alat kelamin. Dijelaskan pada percakapan
‘’Ular.’’
‘’Ular? Yang membuntingimu ulara?
Baik, tapi katakan ular siapa
‘’Ular Koros.’’
‘’Aku tidak main-main!’’
‘’Mbuh-mbuh-mbuh!’’
Ular koros
adalah ular yang hitam dan panjang, artinya yang meniduri Blongkeng adalah pria
yang berkelamin hitam dan panjang.
Sas-sus adalah
singkatan dari desas-desus. Sesuai konteks cerita sas-sus adalah berita burung
atau berita yang belum jelas keabsahanya. ‘’ Maka keesokan harinyatersiat kabar
ayah bayi Blongkeng adalah seorang laki-laki yang memiliki senter.
Bakiak dan
Bandol adalah sebutan untuk alat pengganti alas kaki. ‘’Kini yanng mencari Bakiak
dan Bandol sebagai alas kaki, sementara itu sandal jepit lenyap dengan serta
meta.’’
Keblingsatan
kampung berarti keresahan seluruh warga.
‘’Dalam keblingsatan tertentu, keblngsatan adalah keresahann warga.’’
Berkepala botak
diarikan sebagai alat kelamin pria. ‘’ Tidak’’ , kata blongkak sungguh tanpa
emosi. Yang datang kemai malam-malam tidak berkepala gondrong. Bukan ini.
Kampung pongah
diartikan kampung yang masyarakatnnya bodoh, primitif. Kampung dimana
masyarakat tidak memiliki prinsip yang kuat, waranya saling lempar tanggung
jawab, dan menelantarkan sesamanya
Bagaimana
tentang si Bongkleng yang melahirkan antah brantaha? Anta bratah adalah
metafora dalam kalimat tersebut, berarrti anta branta adalah salahsatu sifat
setan yang diturnkan kemanusia, sifat tersebut identik dengan kejelekan. Jadi
dalam kalimat bagaimana tentang si Bongkleng yang melahirkan sifat kejelekan.
Sampah pasar
adalah adalah pemaknaan dari kejelekan.
‘’Blongke bukan perawan mariam’’
‘’Dan bayinya bukan Yesus’’
‘’ Lahir mengatasi keblingasatan ini’’
‘’Pokoknya Blokeng tidak seperti keluarga
mariam’’
‘’ Yang diberkati banyak hal
surgawi’’
‘’Blokeng hanya diberkati sampah
pasar’’.
Dunia tidak
cukup akal adalah gambaran dari kekuasaan tuhan yang erceermin dari kalimat. Hanya
Blokeng sendiri yang tidak bingsatan. Dunianya tidak cukup akal membebaskanya dari
dosa, dari keharusan memiliki suami sah, dan dari kepongahan yang akan
menelorkan keblingsatan dan kepura-puraan. Tetapi bukan berarti Blongkeng
membawa bayinya kedepan pintu gubuk, dilelo, ditimang-timang.’’Cowet, anaku.
Ayahmu ebuh. Tetapi jangan bersedih, ya. Lihatlah itu, orang-orang gundul.
Lucu, yaa?’’ seperti tahu kata-kata emaknya, cowet yang masih bayi tertawa
ngakak. Hek-hek-hek. Hik-hik-hik.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan
analisis Semiotik dapat diambil simpulan.
Latar tempat
berada di masyarakat pedesaan yang pimitif,tertinggal dan di daerah Jawa. Dalam
analisis terdpat ketidak langsungan penyataan yaitu,
penciptaan arti, penggantian arti, dan penyimpangan arti. Pengarang menggunakan
banyak tanda-tanda, dan kata-kata yang jarang digunakan dalam sebuah menulis
karya sastra
Saran
Karya sastra yang memiliki
banyak istilah-istilah atau penggunaan diksi yang tidak banyak diketahui oleh
masyarakat awam, maka teori semiotik sangat disarankan sebagai alat analisis.
Analisis semiotik mengungkap hal-hal yang tak bisa ditangkap dengan sekali
baca. Perlu pengumpulan informasi tentang hal-hala yang ada di dalam karya
sastra. Mengenai karya yang dikaji, cerpen ini menyiratkan simbol-simbol lain
yang masih sangat perlu untuk diungkap pesan-pesannya. Analisis sederhana
makalah ini tentu masih banyak kekurangan.
bagus sekali tulisan anda
BalasHapusbagus sekali tulisan anda
BalasHapus