KESALAHAN
BERBAHASA DALAM IKLAN PELAYANAN MASYARAKAT OLEH POLRESTABES KOTA SEMARANG
Primada Sujatmika
Abstrak
Penggunaan bahasa pada ruang publik sangat bervarisi misalnya
penggunaan bahasa pada iklan pelayanan masyarakat oleh polrestabes kota
semarang. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa
Taksonomi siasat permukaan pada iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes
Kota Semarang.
Data penelitian ini dikumpulkn dengan menggunakan
teknik dokumentasi dan perekaman. Alat
yang digunakan untuk enambil data adalah kamera dan alat perekam. Dalam
penelitian ini menggnakan analisis data yang berupa kesalahan penghilangan,
kesalahan penambahan, kesalahan formasi , dan kesalahan susun.
Berdasarkan uraian pembahasan maka dapat disimpulkan
bahwa polrestabes kota semarang masih mlakukan kesalahan berbahasa dalam
penyampaian iklan pelayanan masayarakat. Kesalahan meliputi: 1) Kesalahan
penghilangan pada morfem gramatikal dan morfem leksikal, 2) Kesalahan penambahan
morfem gramatikal dan morfem leksikal, 3) Kesalahan formasi, 3) Kesalahan
susunan.
Kata kunci: kesalahan berbahasa, taksonomi siasat
permukaan, polrestabes semarang.
Abstract
The us of language
in public spacace very variasi for example, the us of language in public service
ads polrestabes semarang. this study aimed to describe the form of linguistic
foult taxonomi survace ploy on public service ads by polrestabes semarang.this
research data be gatheret using documentation and recording techniques. The
tools used for the data enambil is a camera and a tape recorder in this study,
analysis of data in the form us omission errors, additional errors, error
formation, and stacking foult.
Based on the
description of the discussion it can be concluded that polrestabes semarang
still do language errors in the delivery of community services advertising
errors include: 1). the errors elimination on grammatical and lexical morphemes
, 2) eroors adding grammatical and lexical morphemes morpheme, 3). Error
formation, 4). Error arrangement
Keywords: language mistakes, taxonomy stratagem
surface, Polrestabes Semarang.
PENDAHULUAN
Kesalahan- kesalahan berbahasa masih
sering ditemukan di Indonesia, khususnya pada bahasa tulis iklan pelayanan
masyarakat oleh Polrestabes Kota Semarang. Kesalahan-kesalahan yang terdapat
dalam iklan pelayanan masyarakat tersebut berupa penggunaan tulisan yang tidak
sesuai ketentuan berbahasa, bahkan menggunakan pernyataan yang seharusnya tidak
dituliskan. Dalam kesalahan-kesalahan berbahasa di iklan pelayanan masyarakat
sering terjadi penambahan, penghilangan, salah formasi, dan salah susun unsur
kebahasaan, untuk itu peneliti menggunakan analisis kesalahan berbahasa
taksonomi siasat permukaan.
Permasalahan tersebut merupakan salah
satu peristiwa berbahasa yang cukup menarik, khususnya pada penulisan pada
sebuah iklan pelayanan masyarakat yang kurang tepat. Penggunaan bahasa terutama
pada ruang publik sudah diatur oleh negara,seperti iklan pelayaan
masyarakat di seluruh wilayah Indonesia
harus mengikuti aturan Pemerintah.
Berdasarkan permasalahan tersebut
tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk
kesalahan penghilangan (omission) bahasa
, penambahan (adittion) bahasa, salah
formasi (misformation) bahasa, dan
salah susun (misodering) dalam iklan
pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Kota Semarang.
Penelitian ini menganalisis data yang
berupa tulisan dalam iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Kota Semarang.
Tulisan tersebut dideskripsikan sesuai dengan tataran kesalahan taksonomi
siasat permukaan, sehingga penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kualitatif. Metode deskriptif kualitatif
digunakan karena penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendiskripsikan
bentuk kesalahan berbahasa klasifikasi taksonomi siasat permukaan dalam iklan
pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Kota Semarang. Pernyataan tersebut dapat
ditarik simpulan bahwa penelitian yang akan diambil disebut deskriptif
kualitatif. Proses pengambilan data penelitian
ini pada tanggal 14—18 juni 2016.
Pada bagian metode penelitian akan diuraikan secara
berurutan mengenai: 1. Metode pengumpulan data, 2. Metode penentuan daerah penelitian,
3. Metode penentuan korpus, 4. Metode analisis data. Metode pengumpulan data
dalam penlitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan perekaman. Teknik dokumentasi
dalam bentuk foto dan perekaman berbentuk rekaman.. Metode dokumentasi adalah proses
pengambilan data melalui pemotretan. Metode perekaman adalah proses pengambilan
data melalui alat perekam. Hasil dari rekaman lalu di transkip. Ttanskip adalah
proses mengubah data berupa suara menjadi data tulisan.. Data yang berupa
kesalahan adalah tulisam yang berupa bentuk kesalahan performansi dan mistake.
Metode penentuan korpus- Korpus adalah
sebagian data dalam penelitian kualitatif yang diambil dari kelompoknya sebagai
wakil dari varianya yang bersifat dan berciri sama dengan kelompoknya yang diwakilinya
(Sukatman dalam Indrawati, 2000:26). Penelitian ini mengambil korpus dengan teknik
theoritical sampling, yaitu
pengambilan korpus berdasarkan konsep yang terbukti berhubungan secara teoritik
dengan teori yang sedang disusun (Straus dan Corbin, dalam Hidayati, 2007:196).
Korpus dianggap cukup apabila telah mencapai titik jenuh, yaitu munculnya data
secara berulang-ulang dan tidak ditemukan data baru. Menurut Miles dan Huberman
dalam Hidayati, 2011 : 4 analisis data terdiri atas tiga alur kegiatan, yaitu
1. Mereduksi data, 2. Menyajikan data,
dan 3. Menarik kesimpulan. Hal ini sesuai dengan prosedur analisis kesalahan
berbahasa yang diambil. Reduksi data diartikan sebgai proses pemilihan,
penyederhanaan, dan pentransformasian data kasar yang muncul dilapangan.
Penyajian data diartikan sebagai pengumpulan atau klasifikasi data yang sudah
tersusun dan memungkinkan ditarik sebuah kesimpulan. Penyimpulan merupakan
tahap akhir proses data. Sebelum analisis data dilakukan, terlebih dahulu
mereduksi data, yaitu proses identifikasi data. Kemudian dilanjutkan dengan proses
penyajian data, yaitu klasifikasi data yang telah disusun ke dalam taksonomi
siasat permukaan mencangkup empat kesalahan , yaitu 1. Penghilangan, kesalahan
ditandai dengan adanya ketidakhadiran suatu butir yang seharusnya ada dalam
tulisan yang baik, 2. Keslahan penambahan, kesalahan ini ditandai dengan adanya
ketidakhadiran suatu butir yang seharusnya tidak muncul dalam tulisan, 3.
Kesalahan formasi, kesalahan bentuk morfem atau struktur yang salah, 4.
Kesalahan susun, merupakan kesalahan penempatan yang tidak benar bagi morfem
atau kelompok morfem dalam tulisan.
Untuk membutikan keabsahan dan keterbaruan
penelitian Ada beberapa kajian analisis kesalahan bahasa pada ruang publik. Misalnya,
Pemakaian Bahasa dalam Iklan, Berita dan Papan
Reklameyang disusun oleh Zaenal Arifin, Zulkarnain(2010). Perbedaan dengan
penelitian yang diambil yaitu penelitian ini hanya menjelaskan pada taksonomi
siasat permukaan penghilangan bagian artikel saja, sedangkan penelitian yang
diambil seluruh aspek dalam taksonomi siasat permukaan, bagian penghilangan preposisi, konjungsi, dan
artikel.Lebih tepat lebih baik :penggunaan
bahasa indonesia pada Baliho kmpanye Calon legeslatif pemilu Tahun 2009
disusun oleh Indrawati (2009). Terdapat perbedaan dengan penelitian yang diambilyaitupenelitian
ini membahas aspek penghilangan yang berentuk akronim saja, sedangkan
penelitian yangdiambil adalah seluruh taksonomi siasat permukaan, aspek penghilangan
preposisi, konjungsi, dan artikel.Penggunaan
bahasa pada ruang publik di Kota Surakarta disusun oleh Suci Hardani(2011).
Perbedaan dengan penelitian yang diambil yaitu pada aspek taksonomi, jika
penelitian yang diambil adalah seluruh taksonomi siasat permukaan sedangkan
pada penelitian ini pada taksonomi linguistik yaitu kesalahaan ejaan.
Untuk menambah keabsahan penelitian
ditunjang teori-teori yang melandasi sebuah penelitian. Misalnya, Menurut
Cordera( dalam Tarigan, 1990:77) yang dimaksud dengan kesalahan berbahasa
adalah pelanggaran terhadap kode berbahasa. Pelanggaran ini bukan hanya berifat
fisik, melainkan juga tanda kurang sempurnanya pengetahuan dan penguasaan
terhadap kode. Menurut Parera (1993:70), analisis kesalahan berbahasa kajian dan
analisis mengenai kesalahan berbahasa yang dibuat oleh siswa atau peserta didik
atau pelajar asing atau seseorang atau pengguna bahasa kedua. Terdapat empat
pengklasifikasian atau taksonomi kesalahan berbahasa menurut Tarigan (1990:279-288)
empat taksonomi tersebut meliputia: 1.Taksonomi linguistik, 2. Taksonomi siasat
permukaan, 3. Taksonomikomparatif, dan 4. Taksonomi efek komunikatif. Menurut
Tarigan (1995:148) Taksonomi siasat permukaan (surface strategi taxonomy) menyoroti bagaimana cara-cara struktur
permukaan berubah, a. Menghindarkan/menghilangkan butir penting, b. Menambahkan
sesuatu yang tidak perlu, c. Salam memformasikan, dan d. Salah menyusun
butir-butir tersebut
Bentuk-bentuk
kesalahan berbahasa dalam iklan
pelayanan masyarakat.
Gambar 1

Iklan pelayanan masyarakat
Gambar iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes
Semarang
Pada data 1 terdapat kesalahan
penghilangan arti gramatikal yaitu penghilangan partikel –lah, partikel dalam kalimat imperatif berfungsi untuk menghaluskan
nada perintah. Selain itu, terdapat kesalahan penghilangan morfem penuh yaitu
morfem penggunaan. Hadirnya morfem
penggunaan berfungsi sebagai penjelas bahwa penggunaan telepon genggam sangat
membahayakan konsentrasi pengendara. Dengan demikian, seharusnya
perbaikanya adalah sebagai berikut. KONSENTRASILAH
DALAM BERKENDARA TANPA MENGGUNAKAN TELEPON.
Gambar 2
Iklan pelayanan masyarakat
Gambar iklan pelayanan masyarakat Oleh Polrestabes Semarang
Pada data 2 terdapat kesalahan penghilangan
morfem adalah, kata tugas adalah berfungsi
sebagai penghubung pernyataan inti dan pernyataan penjelas. Dengan demikian
seharusnya perbaikanya adalah sebagai berikut. TERTIB BERLALU LINTAS ADALAH
CERMINAN PRIBADI ANDA.
Gambar 3

Iklan pelayanan masyarakat
Gambar iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes
Semarang bersama Tribun Jateng
Pada data diatas terdapat kesalahan
penghilangan. Kesalahan penghilangan pertama yaitu hilangnya morfem adalah dan preposisi dari. Preposisi adalah termasuk kata tugas yang merupakan morfem gramatika. Kata tugas
adalah berfungsi sebagai penghubung pernyataan inti dan pernyataan penjelas.
Dengan demikian seharusnya perbaikanya adalah sebagai berikut. TERTIB DI JALAN
ADALAH CERMINAN DARI BERBUDAYA.
Gambar 4

Iklan pelayanan masyarakat
Gambar iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes
Semarang di Pos Jaga
Pada data diatas terdapat kesalahan
penghilangan. Kesalahan penghilangan pertama yaitu penghilangan konjungtor dan. Konjungtor dan berfungsi sebagai
penghubung dua satuan bahasa (klausaa). Dengan tidak adanya konjungtor dan, maka makna kaliamat tersebut
menjadi tumpang tindih. Dengan demikian seharusnya perbaikanya adalah sebagai berikut.
AWALI PERJALANAN ANDA DENGAN DOA DAN PATUHI ATURAN BERLALU LINTAS.
Gambar 5

Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang
bersama Astra motor
Pada data diatas terdapat kesalahan
susun. Kesalahan susun terdapat pada kontruksi kalimat yang menggunakan morfem
lebih dari satu untuk 1 tujuan makna. Kesalahan ke dua terletak pada
penghilangan kata tugas yaitu dan
konjungtor dan. Dengan demikian
perbaikanya sebagai berikut. LAKSANAKAN TRI SIAP yaitu siap aturan, kondisi fisik, dan kondisi kendaraan.
Gambar 6
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang
bersama Decolit
Pada data diatas terdapat kesalahan
penghilangan. Kesalahan penghilangan terdapat pada penghilangan Morfem pengait dan morfem pakai. Morfem pengait
harusnya di letakan diantara morfem klik dan helm, sedangkan pakai diletakan antara konjungtor dan dan sabuk. Dengan demikian
perbaikanya sebagai berikut. KLIK PENGAIT HELM DAN PAKAI SABUK PENGAMANMU
Gambar 7
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang
bersama Astra Motor
Pada data diatas terdapat kesalahan penambahan . Kesalahan penambahan
terdapat pada morfem safeti. Morfem Safeti menjadikan pembaca kabur makna
dalam memaknai iklan. Dengan demikkian perbaikanya sebagai berikut. KAMPUNG
HONDA RT 5 RW 1
Gambar 8

Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang
bersama Jasa Raharja
Pada data diatas terdapat kesalahan
penghilangan. Kesalahan penghilangan terdapat pada morfem kawasan dan tertib.
Diantara morfem tersebut harus dihadirkan morfem tata. Pengurangan tersbut mejadikan konstruksi kalimat kabur makna.
Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. KAWASAN TATA TERTIB LALU LINTAS
Gambar 9
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang bersama
Pemkot Semarang
Pada data diatas terdapat kesalahan
penghilangan. Kesalahan penghilangan morfem tata
dan telah. Morfem telah seharusnya dihadirkan diantara morfem
anda dan memasuki, sedangkan morfem tata
dimasukan diantra morfem kawasan dan tertib. Dengan demikian perbaikanya
sebagai berikut. ANDA TELAH MEMASUKI KAWASAN TATA TERTIB LALU LINTAS.
Gambar 10
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh polrestabes semarang
bersama Corsa
Pada data diatas terdapat kesalahan
penghilangan. Kesalahan penghilangan morfem peraturan
yang seharusnya disisipkan diantara morfem patuhilah dan tata. Dengan demikian
perbaikanya sebagai berikut. PATUHILAH ATURAN TATA TERTIB LALU LINTAS DAN MARKA
JALAN.
Gambar 11
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat Oleh Porestabes Semarang bersama
Decolit
Pada penelitian diatas terdapat
kesalahan penghilangan. Kesalahan penghilangan terdapat pada morfem tata dan
tertib. Morfem tata dan tertib seharusnya di sisipkan diantara peraturan dan lalu . Dengan demikian
perbaikanya sebagai berikut. TAATILAH ‼ PERATURAN TATA
TERTIB LALU LINTAS.
Gambar 12
Iklan pelayanan
masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang
menurut undang-udang
Pada penelitian diatas terdapat
kesalahan susunan. Kesalahan susunan dalam kontruksi kalimat. Kalimat tersebut
menjadi kabur makna. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. PATUHILAH UU
NO.22 TH.2009 TENTANG ATURAN TERTIB LALU LINTAS DAN PELAKSANAANYA.
Gambar 13
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang
di pos jaga Polisi
Pada data diatas terdapat kesalahan
formasi. Kesalahan formasi terdapat pada konjungtor dan, dan sebagai.
Konjungtor dan diubah menjadi serta dan sebagai menjadi menjadi.
Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. JADILAH PELOPOR KESELAMATAN
BERLALU LINTAS SERTA BUDAYAKAN KESELAMATAN MENJADI KEBUTUHAN.
Gambar 14
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang
bersama Polsek Semarang Utara
Pada data diatas terdapat kesalahan
formasi. Kesalahan formasi kata tugas
dan dan penghilangan BNN. Kesalahan
formasi tersebut dalam kontruksi kalimat. Dengan demikian perbaikanya sebagain
berikut. POLRI BERSAMA INSTANSI TERKAIT BNN SERTA MASYARAKAT SIAP PERANG
MELAWAN SINDIKAT NARKOBA.
Gambar 15
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang
bersama Deolit
Pada data diatas terdapat kesalahan
formasi. Kesalahan formasi terdapat pada morfem Anda. Kesalahan formasi
tersebut menjadikan kabur makna. Dengan demikian maka perbaikanya sebagai
berikut. PAKAILAH SABUK PENGAMAN DEMI KESELAMATAN PENGENDARA
Gambar 16
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang
bersama Kelurahan Gayamsari
Pada data diatas terdapt kesalahan
formasi. Kesalahan formasi pada morfem tepi. Morfem tepi seharusnya dignti
dengan trotoar. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. BERJALAN DI
TROTOAR DAN MENGHADAP ARAH KENDARAAN DATANG.
Transkip 1
Iklan pelayanan masyarakat
Anda telah memasuki kawasan tertib lalau lintas.
Pengemudi kendaraan roda dua, wajib menyalakan lampu utama. Disampaikan
kepada pemakai pengguna jalan dari usia dini wajib menggunakan helm standar
SNI.Pengemudi tidak oleh menggunakan hp atau sms pada saat mengemudi. pesan
ini disampaikan oleh Polrestabes Semarang.
|
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang di
Trafi Light.
Pada data diatas terdapat kesalahan penghilangan,
penambahan, formasi dan salah susun. Kesalahan penghilangan morfem tata diantara morfem kawasan dan tertib,
selanjutnya morfem oleh diantara morfem
sampaikan dan satlantas. Kesalahan penambahan, pada morfem telah diantara morfem anda dan memasuki, selanjutnya morfem pemakai diantra morfem kepada dan pengguna,
selanjutnya pada morfem standar diantara
morfem helm dan SNI. Kesalahan formasi, pada mrfem pengemudi menjadi pengendara, selanjutnya morfem mengemudi menjadi mengendrai. Kesalahan
susun pada kalimat 3 dan 4 yang terbalik menjadi tidah koherensi. Dengan
demikian perbaikanya sebagai berikut. Anda memasui kawasan tata tertib lalu
lintas.pengendara kendaraan roda duawajib menyalakan lampu utama. Pengendara
tidak boleh menggunakan hp dan sms saat mengendara. Disampaikan kepada pengguna
jalan, dari usia dini wajib menggunakan helm SNI. Pesan ini disampaikan oleh satlantas
Polrestabes Semarang.
Simpulan
Berdasarkan uraian pembahasan maka
dapat disimpulkan bahwa polrestabes kota semarang masih mlakukan kesalahan berbahasa
dalam penyampaian iklan pelayanan masayarakat. Kesalahan meliputia:dari 16 gambar
dan satu transkip terdapat ksalahan penghilangan sebanyak 19 butir, penambahan
empat butir, formasi enam butir dan susunan tiga butir. Kesalahan penghianagan
ditaranya penghilangan morfem penuh dan kata tugas yang terdiri dari preposisi,
konjungtor, dan partikel. Kesalahan penambahan terdiri dari morfem penuh, kata
tugas, danpengulangan yanng salah. Kesalahan formasi trdiri dari kesalhan
pemilihan morfem penuh ataupun morfem gramatika saja yang tidak mempengaruhi
makna leksikal. Kesalahan salah susun terdiri dari kesalahan penyusunan
kalimat.
Daftar pustaka
Alwi, Hasan dkk. (2000). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Jakarta:
Balai Pustaka.
Arifin, Zaenal.E (2010). ’’Pemakaian Bahasa dalam Iklan, dan Papan
Reklame’’.Jurnal Publikasi, 2—4 .
Hendrastuti, Retno. (2015). ’’Variasi Bahasa pada Ruang Publik di Kota Surakarta’’.
Jurnal Kandai, 2—5 .
Hidayati, Suci.A (2011). ’’Analisis Pragmatik Teks Informasi Lalu Lintas Wilyah Karanganyar.
(tidak dipublikasikan). Universitas Muhamadiah Surkarta, Surakarta.
Indrawati. (2010). ’’Lebih Tepat Lebih Baik:Penggunaan Bahasa Indonesia
pada Baliho Kampanye Calon Legeslatif Pemilu Tahun 2009’’.2, 4, 26.
Iswatiningsih, Daroe. 2003. Pola
Kesalahan Berbahasa Indonesia Pada Berbagai
Informasi
Tulis di Lingkungan Umum. Bandung: ITB.
Sukatman. 2000. Ragam Salam
dalam Bahasa Indonesia. Jember: Universitas
Jember
Tarigan, H. Guntur dan Djago Tarigan.
(1990). Pengantar Analisis Kesalahan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Wahyu, Ika.(2013). ’’Analisis
Kesalahan Berbahasa Tuturan Mahasiswa dalam Seminal Proposal Skripsi
Mahasiswaa: Taksonomi Siasat Permukaan.( tidak dipublikasikan). Universitas Jember,
Jember.
.
,
Wow magic makasih yah atas jawaban yang kamu berikan
BalasHapusSangat membantu sekali jawabannya
Thank you very much
Follow IG
BalasHapus