Senin, 08 Agustus 2016

KESALAHAN BERBAHASA DALAM IKLAN PELAYANAN MASYARAKAT OLEH POLRESTABES KOTA SEMARANG


KESALAHAN BERBAHASA DALAM IKLAN PELAYANAN MASYARAKAT OLEH POLRESTABES  KOTA SEMARANG
Primada Sujatmika

Abstrak
Penggunaan bahasa pada ruang publik sangat bervarisi misalnya penggunaan bahasa pada iklan pelayanan masyarakat oleh polrestabes kota semarang. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa Taksonomi siasat permukaan pada iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Kota Semarang.
Data penelitian ini dikumpulkn dengan menggunakan teknik dokumentasi dan  perekaman. Alat yang digunakan untuk enambil data adalah kamera dan alat perekam. Dalam penelitian ini menggnakan analisis data yang berupa kesalahan penghilangan, kesalahan penambahan, kesalahan formasi , dan kesalahan susun.
Berdasarkan uraian pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa polrestabes kota semarang masih mlakukan kesalahan berbahasa dalam penyampaian iklan pelayanan masayarakat. Kesalahan meliputi: 1) Kesalahan penghilangan pada morfem gramatikal dan morfem leksikal, 2) Kesalahan penambahan morfem gramatikal dan morfem leksikal, 3) Kesalahan formasi, 3) Kesalahan susunan.
 Kata kunci: kesalahan berbahasa, taksonomi siasat permukaan, polrestabes semarang.
Abstract
The us of language in public spacace very variasi for example, the us of language in public service ads polrestabes semarang. this study aimed to describe the form of linguistic foult taxonomi survace ploy on public service ads by polrestabes semarang.this research data be gatheret using documentation and recording techniques. The tools used for the data enambil is a camera and a tape recorder in this study, analysis of data in the form us omission errors, additional errors, error formation, and stacking foult.
Based on the description of the discussion it can be concluded that polrestabes semarang still do language errors in the delivery of community services advertising errors include: 1). the errors elimination on grammatical and lexical morphemes , 2) eroors adding grammatical and lexical morphemes morpheme, 3). Error formation, 4). Error arrangement
Keywords: language mistakes, taxonomy stratagem surface, Polrestabes Semarang.





PENDAHULUAN
Kesalahan- kesalahan berbahasa masih sering ditemukan di Indonesia, khususnya pada bahasa tulis iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Kota Semarang. Kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam iklan pelayanan masyarakat tersebut berupa penggunaan tulisan yang tidak sesuai ketentuan berbahasa, bahkan menggunakan pernyataan yang seharusnya tidak dituliskan. Dalam kesalahan-kesalahan berbahasa di iklan pelayanan masyarakat sering terjadi penambahan, penghilangan, salah formasi, dan salah susun unsur kebahasaan, untuk itu peneliti menggunakan analisis kesalahan berbahasa taksonomi siasat permukaan.
Permasalahan tersebut merupakan salah satu peristiwa berbahasa yang cukup menarik, khususnya pada penulisan pada sebuah iklan pelayanan masyarakat yang kurang tepat. Penggunaan bahasa terutama pada ruang publik sudah diatur oleh negara,seperti iklan pelayaan masyarakat  di seluruh wilayah Indonesia harus mengikuti aturan Pemerintah.
Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan penghilangan (omission) bahasa , penambahan (adittion) bahasa, salah formasi (misformation) bahasa, dan salah susun (misodering) dalam iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Kota Semarang.
Penelitian ini menganalisis data yang berupa tulisan dalam iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Kota Semarang. Tulisan tersebut dideskripsikan sesuai dengan tataran kesalahan taksonomi siasat permukaan, sehingga penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Metode deskriptif kualitatif digunakan karena penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk kesalahan berbahasa klasifikasi taksonomi siasat permukaan dalam iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Kota Semarang. Pernyataan tersebut dapat ditarik simpulan bahwa penelitian yang akan diambil disebut deskriptif kualitatif. Proses pengambilan data  penelitian ini  pada tanggal 14—18 juni 2016.
 Pada bagian metode penelitian akan diuraikan secara berurutan mengenai: 1. Metode pengumpulan data, 2. Metode penentuan daerah penelitian, 3. Metode penentuan korpus, 4. Metode analisis data. Metode pengumpulan data dalam penlitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan perekaman. Teknik dokumentasi dalam bentuk foto dan perekaman berbentuk rekaman.. Metode dokumentasi adalah proses pengambilan data melalui pemotretan. Metode perekaman adalah proses pengambilan data melalui alat perekam. Hasil dari rekaman lalu di transkip. Ttanskip adalah proses mengubah data berupa suara menjadi data tulisan.. Data yang berupa kesalahan adalah tulisam yang berupa bentuk kesalahan performansi dan mistake.
 Metode penentuan korpus- Korpus adalah sebagian data dalam penelitian kualitatif yang diambil dari kelompoknya sebagai wakil dari varianya yang bersifat dan berciri sama dengan kelompoknya yang diwakilinya (Sukatman dalam Indrawati, 2000:26). Penelitian ini mengambil korpus dengan teknik theoritical sampling, yaitu pengambilan korpus berdasarkan konsep yang terbukti berhubungan secara teoritik dengan teori yang sedang disusun (Straus dan Corbin, dalam Hidayati, 2007:196). Korpus dianggap cukup apabila telah mencapai titik jenuh, yaitu munculnya data secara berulang-ulang dan tidak ditemukan data baru. Menurut Miles dan Huberman dalam Hidayati, 2011 : 4 analisis data terdiri atas tiga alur kegiatan, yaitu
1. Mereduksi data, 2. Menyajikan data, dan 3. Menarik kesimpulan. Hal ini sesuai dengan prosedur analisis kesalahan berbahasa yang diambil. Reduksi data diartikan sebgai proses pemilihan, penyederhanaan, dan pentransformasian data kasar yang muncul dilapangan. Penyajian data diartikan sebagai pengumpulan atau klasifikasi data yang sudah tersusun dan memungkinkan ditarik sebuah kesimpulan. Penyimpulan merupakan tahap akhir proses data. Sebelum analisis data dilakukan, terlebih dahulu mereduksi data, yaitu proses identifikasi data. Kemudian dilanjutkan dengan proses penyajian data, yaitu klasifikasi data yang telah disusun ke dalam taksonomi siasat permukaan mencangkup empat kesalahan , yaitu 1. Penghilangan, kesalahan ditandai dengan adanya ketidakhadiran suatu butir yang seharusnya ada dalam tulisan yang baik, 2. Keslahan penambahan, kesalahan ini ditandai dengan adanya ketidakhadiran suatu butir yang seharusnya tidak muncul dalam tulisan, 3. Kesalahan formasi, kesalahan bentuk morfem atau struktur yang salah, 4. Kesalahan susun, merupakan kesalahan penempatan yang tidak benar bagi morfem atau kelompok morfem dalam tulisan.
Untuk membutikan keabsahan dan keterbaruan penelitian Ada beberapa kajian analisis kesalahan bahasa pada ruang publik. Misalnya, Pemakaian Bahasa dalam Iklan, Berita dan Papan Reklameyang disusun oleh Zaenal Arifin, Zulkarnain(2010). Perbedaan dengan penelitian yang diambil yaitu penelitian ini hanya menjelaskan pada taksonomi siasat permukaan penghilangan bagian artikel saja, sedangkan penelitian yang diambil seluruh aspek dalam taksonomi siasat permukaan,  bagian penghilangan preposisi, konjungsi, dan artikel.Lebih tepat lebih baik :penggunaan bahasa indonesia pada Baliho kmpanye Calon legeslatif pemilu Tahun 2009 disusun oleh Indrawati (2009). Terdapat perbedaan  dengan penelitian yang diambilyaitupenelitian ini membahas aspek penghilangan yang berentuk akronim saja, sedangkan penelitian yangdiambil adalah seluruh taksonomi siasat permukaan, aspek penghilangan preposisi, konjungsi, dan artikel.Penggunaan bahasa pada ruang publik di Kota Surakarta disusun oleh Suci Hardani(2011). Perbedaan dengan penelitian yang diambil yaitu pada aspek taksonomi, jika penelitian yang diambil adalah seluruh taksonomi siasat permukaan sedangkan pada penelitian ini pada taksonomi linguistik yaitu kesalahaan ejaan.
Untuk menambah keabsahan penelitian ditunjang teori-teori yang melandasi sebuah penelitian. Misalnya, Menurut Cordera( dalam Tarigan, 1990:77) yang dimaksud dengan kesalahan berbahasa adalah pelanggaran terhadap kode berbahasa. Pelanggaran ini bukan hanya berifat fisik, melainkan juga tanda kurang sempurnanya pengetahuan dan penguasaan terhadap kode. Menurut Parera (1993:70), analisis kesalahan berbahasa kajian dan analisis mengenai kesalahan berbahasa yang dibuat oleh siswa atau peserta didik atau pelajar asing atau seseorang atau pengguna bahasa kedua. Terdapat empat pengklasifikasian atau taksonomi kesalahan berbahasa menurut Tarigan (1990:279-288) empat taksonomi tersebut meliputia: 1.Taksonomi linguistik, 2. Taksonomi siasat permukaan, 3. Taksonomikomparatif, dan 4. Taksonomi efek komunikatif. Menurut Tarigan (1995:148) Taksonomi siasat permukaan (surface strategi taxonomy) menyoroti bagaimana cara-cara struktur permukaan berubah, a. Menghindarkan/menghilangkan butir penting, b. Menambahkan sesuatu yang tidak perlu, c. Salam memformasikan, dan d. Salah menyusun butir-butir tersebut



Bentuk-bentuk kesalahan berbahasa  dalam iklan pelayanan masyarakat.
Gambar 1
 
Iklan pelayanan masyarakat
Gambar iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang
Pada data 1 terdapat kesalahan penghilangan arti gramatikal yaitu penghilangan partikel –lah, partikel dalam kalimat imperatif berfungsi untuk menghaluskan nada perintah. Selain itu, terdapat kesalahan penghilangan morfem penuh yaitu morfem penggunaan. Hadirnya morfem penggunaan berfungsi sebagai penjelas bahwa penggunaan telepon genggam sangat membahayakan konsentrasi pengendara. Dengan demikian, seharusnya perbaikanya  adalah sebagai berikut. KONSENTRASILAH DALAM BERKENDARA TANPA MENGGUNAKAN TELEPON.
Gambar 2
Iklan pelayanan masyarakat
Gambar iklan pelayanan masyarakat Oleh Polrestabes Semarang
Pada data 2 terdapat kesalahan penghilangan morfem adalah, kata tugas adalah berfungsi sebagai penghubung pernyataan inti dan pernyataan penjelas. Dengan demikian seharusnya perbaikanya adalah sebagai berikut. TERTIB BERLALU LINTAS ADALAH CERMINAN PRIBADI ANDA.
Gambar 3
 
Iklan pelayanan masyarakat
Gambar iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang bersama Tribun Jateng
Pada data diatas terdapat kesalahan penghilangan. Kesalahan penghilangan pertama yaitu hilangnya morfem adalah dan preposisi dari. Preposisi adalah termasuk kata tugas  yang merupakan morfem gramatika. Kata tugas adalah berfungsi sebagai penghubung pernyataan inti dan pernyataan penjelas. Dengan demikian seharusnya perbaikanya adalah sebagai berikut. TERTIB DI JALAN ADALAH CERMINAN DARI BERBUDAYA.
Gambar 4
 
Iklan pelayanan masyarakat
Gambar iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang di Pos Jaga
Pada data diatas terdapat kesalahan penghilangan. Kesalahan penghilangan pertama yaitu penghilangan konjungtor dan. Konjungtor dan berfungsi sebagai penghubung dua satuan bahasa (klausaa). Dengan tidak adanya konjungtor dan, maka makna kaliamat tersebut menjadi tumpang tindih. Dengan demikian seharusnya perbaikanya adalah sebagai berikut. AWALI PERJALANAN ANDA DENGAN DOA DAN PATUHI ATURAN BERLALU LINTAS.
Gambar 5
 
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang bersama Astra motor
Pada data diatas terdapat kesalahan susun. Kesalahan susun terdapat pada kontruksi kalimat yang menggunakan morfem lebih dari satu untuk 1 tujuan makna. Kesalahan ke dua terletak pada penghilangan kata tugas yaitu dan konjungtor dan. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. LAKSANAKAN TRI SIAP yaitu siap aturan, kondisi fisik, dan kondisi kendaraan.
Gambar 6
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang bersama Decolit
Pada data diatas terdapat kesalahan penghilangan. Kesalahan penghilangan terdapat pada penghilangan Morfem pengait dan morfem pakai. Morfem pengait harusnya di letakan diantara morfem klik dan helm, sedangkan pakai diletakan antara konjungtor dan dan sabuk. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. KLIK PENGAIT HELM DAN PAKAI SABUK PENGAMANMU
Gambar 7
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang bersama Astra Motor
Pada data diatas terdapat  kesalahan penambahan . Kesalahan penambahan terdapat pada morfem safeti. Morfem Safeti menjadikan pembaca kabur makna dalam memaknai iklan. Dengan demikkian perbaikanya sebagai berikut. KAMPUNG HONDA RT 5 RW 1
Gambar 8
 
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang bersama Jasa Raharja
Pada data diatas terdapat kesalahan penghilangan. Kesalahan penghilangan terdapat pada morfem kawasan dan tertib. Diantara morfem tersebut harus dihadirkan morfem tata. Pengurangan tersbut mejadikan konstruksi kalimat kabur makna. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. KAWASAN TATA TERTIB LALU LINTAS
Gambar 9
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang bersama Pemkot Semarang
Pada data diatas terdapat kesalahan penghilangan. Kesalahan penghilangan morfem tata dan telah. Morfem telah seharusnya dihadirkan diantara morfem anda dan memasuki, sedangkan morfem tata dimasukan diantra morfem kawasan dan tertib. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. ANDA TELAH MEMASUKI KAWASAN TATA TERTIB LALU LINTAS.
Gambar 10
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh polrestabes semarang bersama Corsa
Pada data diatas terdapat kesalahan penghilangan. Kesalahan penghilangan morfem peraturan yang seharusnya disisipkan diantara morfem patuhilah dan tata. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. PATUHILAH ATURAN TATA TERTIB LALU LINTAS DAN MARKA JALAN.
Gambar 11
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat Oleh Porestabes Semarang bersama Decolit
Pada penelitian diatas terdapat kesalahan penghilangan. Kesalahan penghilangan terdapat pada morfem tata dan tertib. Morfem tata dan tertib seharusnya di sisipkan diantara  peraturan dan lalu . Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. TAATILAH ‼ PERATURAN TATA TERTIB LALU LINTAS.
Gambar 12
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang menurut undang-udang
Pada penelitian diatas terdapat kesalahan susunan. Kesalahan susunan dalam kontruksi kalimat. Kalimat tersebut menjadi kabur makna. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. PATUHILAH UU NO.22 TH.2009 TENTANG ATURAN TERTIB LALU LINTAS DAN PELAKSANAANYA.
Gambar 13
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang di pos jaga Polisi
Pada data diatas terdapat kesalahan formasi. Kesalahan formasi terdapat pada konjungtor dan, dan sebagai. Konjungtor dan diubah menjadi serta dan sebagai menjadi menjadi. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. JADILAH PELOPOR KESELAMATAN BERLALU LINTAS SERTA BUDAYAKAN KESELAMATAN MENJADI KEBUTUHAN.
Gambar 14
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang bersama Polsek Semarang Utara
Pada data diatas terdapat kesalahan formasi. Kesalahan formasi kata tugas dan dan penghilangan BNN. Kesalahan formasi tersebut dalam kontruksi kalimat. Dengan demikian perbaikanya sebagain berikut. POLRI BERSAMA INSTANSI TERKAIT BNN SERTA MASYARAKAT SIAP PERANG MELAWAN SINDIKAT NARKOBA.
Gambar 15
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang bersama Deolit
Pada data diatas terdapat kesalahan formasi. Kesalahan formasi terdapat pada morfem Anda. Kesalahan formasi tersebut menjadikan kabur makna. Dengan demikian maka perbaikanya sebagai berikut. PAKAILAH SABUK PENGAMAN DEMI KESELAMATAN PENGENDARA
Gambar 16
Iklan pelayanan masyarakat
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang bersama Kelurahan Gayamsari
Pada data diatas terdapt kesalahan formasi. Kesalahan formasi pada morfem tepi. Morfem tepi seharusnya dignti dengan trotoar. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. BERJALAN DI TROTOAR DAN MENGHADAP ARAH KENDARAAN DATANG.
Transkip 1
Iklan pelayanan masyarakat
Anda telah memasuki kawasan tertib lalau lintas. Pengemudi kendaraan roda dua, wajib menyalakan lampu utama. Disampaikan kepada pemakai pengguna jalan dari usia dini wajib menggunakan helm standar SNI.Pengemudi tidak oleh menggunakan hp atau sms pada saat mengemudi. pesan ini disampaikan oleh Polrestabes Semarang.
Iklan pelayanan masyarakat oleh Polrestabes Semarang di Trafi Light.
Pada data diatas terdapat kesalahan penghilangan, penambahan, formasi dan salah susun. Kesalahan penghilangan morfem tata diantara morfem kawasan dan tertib, selanjutnya morfem oleh diantara morfem sampaikan dan satlantas. Kesalahan penambahan, pada morfem telah diantara morfem anda dan memasuki, selanjutnya morfem pemakai diantra morfem kepada dan pengguna, selanjutnya pada morfem standar diantara morfem helm dan SNI. Kesalahan formasi, pada mrfem pengemudi menjadi pengendara, selanjutnya morfem mengemudi menjadi mengendrai. Kesalahan susun pada kalimat 3 dan 4 yang terbalik menjadi tidah koherensi. Dengan demikian perbaikanya sebagai berikut. Anda memasui kawasan tata tertib lalu lintas.pengendara kendaraan roda duawajib menyalakan lampu utama. Pengendara tidak boleh menggunakan hp dan sms saat mengendara. Disampaikan kepada pengguna jalan, dari usia dini wajib menggunakan helm SNI. Pesan ini disampaikan oleh satlantas Polrestabes Semarang.
Simpulan
Berdasarkan uraian pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa polrestabes kota semarang masih mlakukan kesalahan berbahasa dalam penyampaian iklan pelayanan masayarakat. Kesalahan meliputia:dari 16 gambar dan satu transkip terdapat ksalahan penghilangan sebanyak 19 butir, penambahan empat butir, formasi enam butir dan susunan tiga butir. Kesalahan penghianagan ditaranya penghilangan morfem penuh dan kata tugas yang terdiri dari preposisi, konjungtor, dan partikel. Kesalahan penambahan terdiri dari morfem penuh, kata tugas, danpengulangan yanng salah. Kesalahan formasi trdiri dari kesalhan pemilihan morfem penuh ataupun morfem gramatika saja yang tidak mempengaruhi makna leksikal. Kesalahan salah susun terdiri dari kesalahan penyusunan kalimat.
Daftar pustaka
Alwi, Hasan dkk. (2000). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.
Arifin, Zaenal.E (2010). ’’Pemakaian Bahasa dalam Iklan, dan Papan Reklame’’.Jurnal Publikasi, 2—4 .
Hendrastuti, Retno. (2015). ’’Variasi Bahasa pada Ruang Publik di Kota Surakarta’’. Jurnal Kandai, 2—5 .
Hidayati, Suci.A (2011). ’’Analisis Pragmatik  Teks Informasi Lalu Lintas Wilyah Karanganyar. (tidak dipublikasikan). Universitas Muhamadiah Surkarta, Surakarta.
Indrawati. (2010). ’’Lebih Tepat Lebih Baik:Penggunaan Bahasa Indonesia pada Baliho Kampanye Calon Legeslatif Pemilu Tahun 2009’’.2, 4, 26.
Iswatiningsih, Daroe. 2003. Pola Kesalahan Berbahasa Indonesia Pada Berbagai
Informasi Tulis di Lingkungan Umum. Bandung: ITB.
Sukatman. 2000. Ragam Salam dalam Bahasa Indonesia. Jember: Universitas
Jember
Tarigan, H. Guntur dan Djago Tarigan. (1990). Pengantar Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Wahyu, Ika.(2013). ’’Analisis Kesalahan Berbahasa Tuturan Mahasiswa dalam Seminal Proposal Skripsi Mahasiswaa: Taksonomi Siasat Permukaan.( tidak dipublikasikan). Universitas Jember, Jember.
.

,

2 komentar: