A.
Sinopsis
Terletak di Bogor
ada sebuah kampung yang bernama Batu Luhur, kampung tersebut dibilang cukup
maju dikarenakan ada sebuah orang yang bernama Firas yang merupakan seorang
dosen mikologi yang mampu memberikan andil dalam kemajuan pertanian di desa
tersebut. Keluarga Firas sangat di hormati oleh seluruh warga kampung Batu
Luhur.
Suatu hari
masyarakat mulai curiga dengan adanya kejadian Firas mengunjungi Bukit Jambul,
masyarakat menganggap Bukit Jambul adalah tempat yang angker. Prilaku Firas berubah
menjadi aneh, dia tidak mau memberikan pendidikan buat anaknya di sekolah,
namun Firas malah mendidik Zahra secara pribadi. Firas mengajarkan pendidikan
yang dilur nalar anah berusia belasan tahun. Bahkan Firas mengajarkan tentang
Jamur dan mengajarkan pandangan dan doktrin yang tidak masuk akal.Keanehanpun
berlanjut, Firas tidak kembali lagi kerumah setelah mengunjungi Bukit jambul.
Wargapun semakin mengutuk Firas dan Bukit Jambul.
Setelah
sepeninggalan Firas, istri Firas menyekolahkan Zarah dan hasilnya cukup bagus
dan Zarah langsung masuk SMA, meskipun umurnya belum mencukupi. Dalam sekolah
tersebut zarah mempunyai sahabat dekat dan menjadi sahabat satu-satunya
disekolah, dikarenakan semua teman menganggap bahwa zarah adalah sebuah kaum
yang Ateis. Setelah lulus Zarah mengajar di sebagai guru di tempat khursus.
Suatu hari Zarah
merasa kaget, karena ada paket yang berisi sebuah kamera, Zarahpun gembira dan
langsung belajar photografi, selain itu hasil foto dari Zarah segaja dikirimkan
oleh teman dan pelatihnya ke sebuah perlombaan foto dalam majalah dan hasilnya
diluar dugaan karena hasilnya Zarah menjadi juara dan mendapat hadiah berlibur
ke Taman Nasional Tanjung Puting, tempat tersebut adalah tempat konservasi
orang hutan. Awalnya Zarah hanya ingin berlibur, namun dia mengurungkan niat
untuk meninggalkan Tanjung Puting dan dia menetap tak terbatas.Di Tanjung
Puting Zarah di pandu oleh seorang waita yang dihormati di tempat tersebut
yaitu Ibu Inge. Beberap tahun kemudian, sebuah stasiun televisi mengutus
beberapa orang untuk membut film dokumenter yaitu Paul dan Gary.
Setelah
penggarapan film tersebut selesai, Zarah memutuskan untuk menyusul Paul dan
Gary ke London. Selama di London Zarah tinggal di apartemen bersama Paul dan
Gary. Zarah menerima tugas untuk memotret di berbagai belahan dunia. Zarah
kembali ke London, dan dia merasa menemukan cinta, sahabat dan pengkhianatan.
Tidak lupa zarah
melacak siapa yang mengirim kamera kepadanya, Zarah menemukan petunjuk dalam mencari
sang ayah yang sempat tertunda. Zarah mengunjungi Glastonbury dan semua jawaban
atas pertanyaan yang selama ini dia cari akhirnya ditemukan di kota ini.
B.
Pendekatan Objektif
a)
Tema
Peristiwa yang menggambarbarkan sebuah tema terdapat
pada penguraian sebuah peristiwa-peristiwa. Diawali dari status sosial keluarga
Firas yang sangat di hormati oleh warga Batu luhur yang dikarenakan Abah adalah
seseorang pemuka agama, selain itu Firas turut andil dalam kemakmuran
pertaanian di Batu Luhur. Firas mengajari masyarakat untuk bercocok tanam
dengan benar. Firas adalah dosen ilmu Mikologi. Pada Bab 3 diceritakan
kekaguman seorang Zahra bahwa ayahnya adalah seorang Pahlawan. Firas
mengajarkan segala pengetahuanya mengenai jamur kapada Zahra. Selain itu, pada
bab ini menceritakan pandangan terhadap bukit j8mbul yang dikenal angker, dan
seorang Firas sering menghampiri bukit tersebut. Pada bab 7 di gambarkan oleh
firas yang mendidik anaknya yaitu Zahra dengan cara mengajaknya ke Bukit
Jambul. Pada bab 9 di gambarkan Zahra kehilangan sosok pahlawanya yaitu Firaz.
Bab 11 menggambarkan keberadaan Zahra dalam lingkungan pendidikan Formal, yaitu
di SMA. Pada bab 13 menggambarkan persahabatan antara zahra dan kozo. Kozo
adalah anak yang berpindah-pindah sekolah dan mempunyai kendala penyait yaitu
disleksia. Pada bab 17 di gambarkan kiprah zahra dalam meniti karir, Zahra
mengawali karir lewat guru khursus. Zahra dianggap berbakat dalm mengajar,
karena dalam pengajaranya menggunakan metode dan media yang sangat sederhana
dan mudah un tuk dipahami. Bab 18 menggambarkan hubungan tidak harmonis dalam
keluarga, dimana Zahra selalu berkonflik dengan abah dan umi. Pada bab 21
menjelaskan mengenai bakat zahra dan usaha zahra untuk belajar dalam dunia
photografi. Pada bagian Tanjung putinng menjelaskan mengenai kecintaan sesama
makhluk hidup yaitu zahra sangat peduli dengan monyet-monyet. Pada Bab 12
menggambarkan persahabatan dari Zahra, ia mempunyain sahabat baru yaitu Paul
dan Gary.Pada bagian selanjutnya adalah kembalinya Zahra ke bogor untuk
berpamitan ke keluarga untuk ke London. Perasaan iklas yang dipaksa dikarenakan
ibunya menikah lagi dengan pak Ridwan. Ketika sampai di London digambarkan
pertualangan dalam bekerja serambi mencari informasi mengenai ayahnya yaitu
Firaz. Di London, Zahra menemukan pengalaman dalam kehidupan yaitu percintaan,
persahabatan, pengkhianatan dan inforasi mengenai pengiriman kamera yang
misterius. Pada peristiwa selanjutnya mengisahkan Glastonbury, disanalah Zahra
mulai menemukan titik keberadaan mengenai ayahnya. Zahra saling tukar informasi
dengan sahabat ayahnya. Pandangan-pandangan mengenai iboga semakin interen.
Sahabat Firas bernama pak Simon. Pak simon dan Zahra pun beragumen mengenai
sisi lain dari dimensi luar. Setelah Zahra pergi dari rumah pak Simon. Zahra
beranggapan menjadi manusia baru. Dalam jurnal terakhir dijelaskan mengenai
kepulangan Zahra ke indonesia dikarenakan kakeknya meninggal.
b)
Amanat
1. Memberi semangat kepada pesedrtsa didik dan guru
Zahra masuk sekolah SMA masih dalam usia yang sangat
dini, terlebih Zahra tidak pernah belajar secara formal, hanya mendapat
pengetahuan secara intern dari ayahnya.
2. Dalam kehidupan janganlah terlalu Hendoisme
Zarah terlalu mengagungkan ayahnya, bahkan berfikir
bahwa ayahnya adalah segalanya, ayahnya bagaikan Dewa
3. Dalam menjalani kehidupan, harus mempunyai tekat yang
kuat dan keberanian
Zahra mampu memjadi seorang guru yang kreatifitasnya
diatas rata-rata, Zahra juga berani memutuskan hal-hal yang spekulatif seperti
memutuskan hidup di Tanjung Puting dan berani pergi ke London untuk kiprahnya
daalam berkarir foto.
c)
Sudut Pandang
Secara umum tokoh Zahra adalah tokoh yang paling
dominan, tokoh yang menjadi senter dari pengungkapan peristiwa. Selain
itu,pengarang menggunakan tokoh lain seperti Firaz, Simon, Aminah dll.Pengarang
sebagai orang pertama, sebagai tokoh cerita. Hal tersebut dapat dilihat dari
pengarang mengungkapkan penggunaan istilah aku.
d)
Dalam sudut alur ternyata ditemukan
ketidaksekoenan, itu dapat dilihat dari penyataan-pernyataan yang berbolak-balik,terjebak
karena bingung tiba-tiba pengarang berkata setelah lulus SMA, memutuskan untuk
pergi ke London. Adapun pengarang berusaha menggunakan gaya selalu maju.
Pengarang juga menggunakan istilah Sains yang dipahami dan dituangkan dalam
karya-karyanya..
e)
Setting
Latar yang digunakan dalam cerita tersebut yaitu di
Bogor, Batu Luhur, London, Afrika dll. Seting tersebut dapat dilihat dari
serangkaian peristiwa.Peristiwa di Bukit Jambul diceritakan di bab 2,3 dan
London menceritakan mengenai kiprah Zahra dalam pengalamanya untuk phothografi.
Latar waktu dimana Zahra umur 14 tahun sudah mampu masuki
SMA, pada malam hari ketika Zahra tidur di saung ketika diusir oleh ibunya.
g) Gaya bahasa sangat menarik,
hampir di setiap bab ada majas metafora. Hanya saja kadangkala susah dimengerti
ketika isrilah-istiah jamur. Contohnya seperti Fungi, Iboga ataupun istilah
lain seperti UFO.Pemilihan gaya bahasa, kalimat, katasehubungan dengan makna
dan suasana menimbulkan efek beragam.
h) Tokoh
Zahra(aku): Tokoh yang berani,
yang mengawali hidupnya dengan jalur yang beda. Dengan pendidikan intern hanya
lewat didikan Firas ayahnya. Zahra sangat berani dalam mengambil keputusan
seperti pergi ke london serta tekat kuat untuk menemukan ayahnya.
Firas: Tokoh yang jenius dan
inspiratif dimana dia mampu memberikan andil dalam kemakmuran pertanian Batu
Luhur
` Simon: Tokoh yang baik hati
selalu memberikan keleluangan waktu untuk Zahra untuk menemukan informasi
mengenai ayanya.
Kozo: Tokoh baik namun juga
penghianat, dia bersi keras tinggal dengan sahabat lamanya dan memberikan
kesempatan untuk Zahra agar bertempat di apartemenya secara gratis. Disisi lain
dia juga merebut stroom dari Zahra
Strom: sosok yang baik hati
namun juga buruk karena merenggut keprawanan Zahra.
Ine: Ibu yang baik hati dan
bijaksana, ine memberikan kesempatan agar zahra selalu belajar dan
berkreatifitas dalam berkari4
C.
Kesimpulan
Setelah berusaha
menganalisi novel Dewi Lestari berjudul Partikel saya menyadari sulit
menerapkan pendekatan objektif kedalam karya sastra tersebut, namun bermanfaat
besar dalam menemukan menemukan hubungan unsur pembangunnya. Dapat disimpulkan
adanya saling keterkaitan antar unsurnya yang menjadikan karya tersebut
membunyai daya ekstetis yang tinggi, memang bahasa yang digunakan sangatlah
menarik dimana bahasanya mengandung imajinasi yang sangat abstrak yang sangat
sulit di mengerti oleh masyarakat awam. Namun, hal tersebut menjadikan nilai
tersendiri dalam karya satra tersebut. Karya tersebut juga mempunyai sisi moral
yang kaya dimana perpaduan pandangn kehidupan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar