Rabu, 02 Maret 2016

FEATURE NOVEL “PARTIKEL”- Dewi Lestari Oleh Primada Sujatmika

A.    Sinopsis
Terletak di Bogor ada sebuah kampung yang bernama Batu Luhur, kampung tersebut dibilang cukup maju dikarenakan ada sebuah orang yang bernama Firas yang merupakan seorang dosen mikologi yang mampu memberikan andil dalam kemajuan pertanian di desa tersebut. Keluarga Firas sangat di hormati oleh seluruh warga kampung Batu Luhur.
Suatu hari masyarakat mulai curiga dengan adanya kejadian Firas mengunjungi Bukit Jambul, masyarakat menganggap Bukit Jambul adalah tempat yang angker. Prilaku Firas berubah menjadi aneh, dia tidak mau memberikan pendidikan buat anaknya di sekolah, namun Firas malah mendidik Zahra secara pribadi. Firas mengajarkan pendidikan yang dilur nalar anah berusia belasan tahun. Bahkan Firas mengajarkan tentang Jamur dan mengajarkan pandangan dan doktrin yang tidak masuk akal.Keanehanpun berlanjut, Firas tidak kembali lagi kerumah setelah mengunjungi Bukit jambul. Wargapun semakin mengutuk Firas dan Bukit Jambul.
Setelah sepeninggalan Firas, istri Firas menyekolahkan Zarah dan hasilnya cukup bagus dan Zarah langsung masuk SMA, meskipun umurnya belum mencukupi. Dalam sekolah tersebut zarah mempunyai sahabat dekat dan menjadi sahabat satu-satunya disekolah, dikarenakan semua teman menganggap bahwa zarah adalah sebuah kaum yang Ateis. Setelah lulus Zarah mengajar di sebagai guru di tempat khursus.
Suatu hari Zarah merasa kaget, karena ada paket yang berisi sebuah kamera, Zarahpun gembira dan langsung belajar photografi, selain itu hasil foto dari Zarah segaja dikirimkan oleh teman dan pelatihnya ke sebuah perlombaan foto dalam majalah dan hasilnya diluar dugaan karena hasilnya Zarah menjadi juara dan mendapat hadiah berlibur ke Taman Nasional Tanjung Puting, tempat tersebut adalah tempat konservasi orang hutan. Awalnya Zarah hanya ingin berlibur, namun dia mengurungkan niat untuk meninggalkan Tanjung Puting dan dia menetap tak terbatas.Di Tanjung Puting Zarah di pandu oleh seorang waita yang dihormati di tempat tersebut yaitu Ibu Inge. Beberap tahun kemudian, sebuah stasiun televisi mengutus beberapa orang untuk membut film dokumenter yaitu Paul dan Gary.
Setelah penggarapan film tersebut selesai, Zarah memutuskan untuk menyusul Paul dan Gary ke London. Selama di London Zarah tinggal di apartemen bersama Paul dan Gary. Zarah menerima tugas untuk memotret di berbagai belahan dunia. Zarah kembali ke London, dan dia merasa menemukan cinta, sahabat dan pengkhianatan.
Tidak lupa zarah melacak siapa yang mengirim kamera kepadanya, Zarah menemukan petunjuk dalam mencari sang ayah yang sempat tertunda. Zarah mengunjungi Glastonbury dan semua jawaban atas pertanyaan yang selama ini dia cari akhirnya ditemukan di kota ini.
B.     Pendekatan Objektif
a)      Tema
Peristiwa yang menggambarbarkan sebuah tema terdapat pada penguraian sebuah peristiwa-peristiwa. Diawali dari status sosial keluarga Firas yang sangat di hormati oleh warga Batu luhur yang dikarenakan Abah adalah seseorang pemuka agama, selain itu Firas turut andil dalam kemakmuran pertaanian di Batu Luhur. Firas mengajari masyarakat untuk bercocok tanam dengan benar. Firas adalah dosen ilmu Mikologi. Pada Bab 3 diceritakan kekaguman seorang Zahra bahwa ayahnya adalah seorang Pahlawan. Firas mengajarkan segala pengetahuanya mengenai jamur kapada Zahra. Selain itu, pada bab ini menceritakan pandangan terhadap bukit j8mbul yang dikenal angker, dan seorang Firas sering menghampiri bukit tersebut. Pada bab 7 di gambarkan oleh firas yang mendidik anaknya yaitu Zahra dengan cara mengajaknya ke Bukit Jambul. Pada bab 9 di gambarkan Zahra kehilangan sosok pahlawanya yaitu Firaz. Bab 11 menggambarkan keberadaan Zahra dalam lingkungan pendidikan Formal, yaitu di SMA. Pada bab 13 menggambarkan persahabatan antara zahra dan kozo. Kozo adalah anak yang berpindah-pindah sekolah dan mempunyai kendala penyait yaitu disleksia. Pada bab 17 di gambarkan kiprah zahra dalam meniti karir, Zahra mengawali karir lewat guru khursus. Zahra dianggap berbakat dalm mengajar, karena dalam pengajaranya menggunakan metode dan media yang sangat sederhana dan mudah un tuk dipahami. Bab 18 menggambarkan hubungan tidak harmonis dalam keluarga, dimana Zahra selalu berkonflik dengan abah dan umi. Pada bab 21 menjelaskan mengenai bakat zahra dan usaha zahra untuk belajar dalam dunia photografi. Pada bagian Tanjung putinng menjelaskan mengenai kecintaan sesama makhluk hidup yaitu zahra sangat peduli dengan monyet-monyet. Pada Bab 12 menggambarkan persahabatan dari Zahra, ia mempunyain sahabat baru yaitu Paul dan Gary.Pada bagian selanjutnya adalah kembalinya Zahra ke bogor untuk berpamitan ke keluarga untuk ke London. Perasaan iklas yang dipaksa dikarenakan ibunya menikah lagi dengan pak Ridwan. Ketika sampai di London digambarkan pertualangan dalam bekerja serambi mencari informasi mengenai ayahnya yaitu Firaz. Di London, Zahra menemukan pengalaman dalam kehidupan yaitu percintaan, persahabatan, pengkhianatan dan inforasi mengenai pengiriman kamera yang misterius. Pada peristiwa selanjutnya mengisahkan Glastonbury, disanalah Zahra mulai menemukan titik keberadaan mengenai ayahnya. Zahra saling tukar informasi dengan sahabat ayahnya. Pandangan-pandangan mengenai iboga semakin interen. Sahabat Firas bernama pak Simon. Pak simon dan Zahra pun beragumen mengenai sisi lain dari dimensi luar. Setelah Zahra pergi dari rumah pak Simon. Zahra beranggapan menjadi manusia baru. Dalam jurnal terakhir dijelaskan mengenai kepulangan Zahra ke indonesia dikarenakan kakeknya meninggal.
b)      Amanat
1. Memberi semangat kepada pesedrtsa didik dan guru
Zahra masuk sekolah SMA masih dalam usia yang sangat dini, terlebih Zahra tidak pernah belajar secara formal, hanya mendapat pengetahuan secara intern dari ayahnya.
2. Dalam kehidupan janganlah terlalu Hendoisme
Zarah terlalu mengagungkan ayahnya, bahkan berfikir bahwa ayahnya adalah segalanya, ayahnya bagaikan Dewa
3. Dalam menjalani kehidupan, harus mempunyai tekat yang kuat dan keberanian
Zahra mampu memjadi seorang guru yang kreatifitasnya diatas rata-rata, Zahra juga berani memutuskan hal-hal yang spekulatif seperti memutuskan hidup di Tanjung Puting dan berani pergi ke London untuk kiprahnya daalam berkarir foto.
c)      Sudut Pandang
Secara umum tokoh Zahra adalah tokoh yang paling dominan, tokoh yang menjadi senter dari pengungkapan peristiwa. Selain itu,pengarang menggunakan tokoh lain seperti Firaz, Simon, Aminah dll.Pengarang sebagai orang pertama, sebagai tokoh cerita. Hal tersebut dapat dilihat dari pengarang mengungkapkan penggunaan istilah aku.
d)     Dalam sudut alur ternyata ditemukan ketidaksekoenan, itu dapat dilihat dari penyataan-pernyataan yang berbolak-balik,terjebak karena bingung tiba-tiba pengarang berkata setelah lulus SMA, memutuskan untuk pergi ke London. Adapun pengarang berusaha menggunakan gaya selalu maju. Pengarang juga menggunakan istilah Sains yang dipahami dan dituangkan dalam karya-karyanya..
e)      Setting
Latar yang digunakan dalam cerita tersebut yaitu di Bogor, Batu Luhur, London, Afrika dll. Seting tersebut dapat dilihat dari serangkaian peristiwa.Peristiwa di Bukit Jambul diceritakan di bab 2,3 dan London menceritakan mengenai kiprah Zahra dalam pengalamanya untuk phothografi.
Latar waktu dimana Zahra umur 14 tahun sudah mampu masuki SMA, pada malam hari ketika Zahra tidur di saung ketika diusir oleh ibunya.
g)  Gaya bahasa sangat menarik, hampir di setiap bab ada majas metafora. Hanya saja kadangkala susah dimengerti ketika isrilah-istiah jamur. Contohnya seperti Fungi, Iboga ataupun istilah lain seperti UFO.Pemilihan gaya bahasa, kalimat, katasehubungan dengan makna dan suasana menimbulkan efek beragam.
h) Tokoh
     Zahra(aku): Tokoh yang berani, yang mengawali hidupnya dengan jalur yang beda. Dengan pendidikan intern hanya lewat didikan Firas ayahnya. Zahra sangat berani dalam mengambil keputusan seperti pergi ke london serta tekat kuat untuk menemukan ayahnya.
     Firas: Tokoh yang jenius dan inspiratif dimana dia mampu memberikan andil dalam kemakmuran pertanian Batu Luhur
`   Simon: Tokoh yang baik hati selalu memberikan keleluangan waktu untuk Zahra untuk menemukan informasi mengenai ayanya.
     Kozo: Tokoh baik namun juga penghianat, dia bersi keras tinggal dengan sahabat lamanya dan memberikan kesempatan untuk Zahra agar bertempat di apartemenya secara gratis. Disisi lain dia juga merebut stroom dari Zahra
     Strom: sosok yang baik hati namun juga buruk karena merenggut keprawanan Zahra.
     Ine: Ibu yang baik hati dan bijaksana, ine memberikan kesempatan agar zahra selalu belajar dan berkreatifitas dalam berkari4
C.     Kesimpulan
Setelah berusaha menganalisi novel Dewi Lestari berjudul Partikel saya menyadari sulit menerapkan pendekatan objektif kedalam karya sastra tersebut, namun bermanfaat besar dalam menemukan menemukan hubungan unsur pembangunnya. Dapat disimpulkan adanya saling keterkaitan antar unsurnya yang menjadikan karya tersebut membunyai daya ekstetis yang tinggi, memang bahasa yang digunakan sangatlah menarik dimana bahasanya mengandung imajinasi yang sangat abstrak yang sangat sulit di mengerti oleh masyarakat awam. Namun, hal tersebut menjadikan nilai tersendiri dalam karya satra tersebut. Karya tersebut juga mempunyai sisi moral yang kaya dimana perpaduan pandangn kehidupan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar