Terbangun oleh
kicauan Gragap,burung Nuri kesayanganku.Pagi hari sebelum matahari meninggi,
tepatnya tanggal 2-april 2015 saya bergegas pergi ke kampus, kegiatan kuliah
yang akan saya dapatkan akan terlihat berbeda dengan seperti biasanya.Sesampainya
di kampus, sudah terlihat gerombolan manusia dengan membawa barang bawaan yang
sangat banyak dalam wadah yang sering kita sebut tas, mereka sudah berbaris
rapih dan santai karena mendengarkan sambutan serta pelepasan Kuliah Kerja
Lapangan yang akan dilaksanakan di pulau Bali.Beeberapa saat saya mulai
bergabung dalam barisan dan terlihatlah dosen yang berkumis tebal yaitu Bapak
Muklish, Beliau memberikan sambutan dan wanti-wanti kepada rombongan mahasiswa
yang akan berangkat ke Bali untuk Kuliah Kerja Lapangan.20 menit Beliau
memberikan sambutan dan disambunglah oleh Kepala Jurusan Progdi saya yaitu, Ibu
Nanik.Beliaupun sama memberikan sambutan dan pelepasan mahasiswa untuk
melaksanakan KKL.
Saatnya tiba ketika
waktu sudah menunjukan keberangkatan, kamipun bergegas untuk menuju Kotak besar penampung nyawa atau sering kita
sebut Bus, dengan perasaan semangat yang bergelora.Sesampainya di bis kamipun
memilih bangku kosong untuk kita duduki.Sebelum bis berangkat munculah seseorang
laki-laki cukup umur,ternyata dia adalah tourgade yang disediakan oleh Aji
tour. Aji Toure adalah biro perjalanan yang universitas kami sediakan untuk
melayani kami selama di pulau Bali.Laki-laki itu memperkenalkan diri dan
menjelaskan sedikit tentang perjalanan di bali, laki-laki tersebut bernama
Subagio.
Bis mulailah
bergerak maju mengikuti aspal sepanjang jalan, dan sesegera mungkin Subagio
menawarkan kami untuk Karoke, bis mulai meninggalkan kota Semarang dan sepanjang jalan kami menyanyi bergantian.Kami
juga ditemani oleh dosen sebagai pembimbing Kuliah Kerja Lapangan yaitu Ibu
pipit.Bis berjalan menuruti aspal dan seolah-olah ingin mengejar matahari yang
mulai meninggi, sampai pada akhirnya kami berhenti di Kota Tuban untuk
mengencangkan ikat pinggang atau sering kita sebut makan.Mulailah bis rombongan
kami yaitu ada 7 di parkirkan tertata rapi. Selepas bis berhenti saya bergegas
turun dan menyedot sebatang rokok dan melanjutkan makan.Setelah selesai melahap
hidangan sederhana,kini kurasa ikat pinggangku mengencang dengan sendirinya,dan
otto persegi panjang yang besar itu siap untuk melaju kembali dengan nuansa
hamparan pantai utara Jawa Timur. Sampai akhirnya suasana ramai gumbita mulai
menenang dengan adanya kurangnya aktifitas manusia.
Pukul 14.40 kini ada
dalam jarum jam tanganku, Kota Surabaya sudah menyambut kedatangan rombongan
kami, sampai nakhirnya kami luangkan waktu untuk memohon keselamatan lewat
salat.Bus pun kembali meluncur sesudah kami salat, sampai akhirnya hawa dingin
serta gelapnya dunia mulai tiba,kami telah sampai ke Kota Probolinggo, kami
menyempatkan untuk salat dan makan kembali. Probolinggopun mulai hilang dan
manusia dalam bispun mulai istirahat,sampai akhirnya kami terbangun karena kami
sudah memasuki pelabuhan Ketapang dimana pelabuhan ini daerah Kota Banyuwangi.
Malam mulai larut,
waktu menunjukan pukul 23.30 dan kami pun bergegas masuk ke kapal, dimana kapal
adalah pijakan kami untuk menyebrang ke Dunia surga yaitu Pulau Bali. Selama
dua jam kami berada di atas laut, selama itu pula kami menggantungkan
keselamatan nyawa pada benda apung itu. Saatnya kami tiba di pelabuhan
Gilimanuk, daerah Bali pertama yang menyambut rombongan kami. Masih terbayang
perjalanan kami yang panjang, ketika kami masih melanjutkan perjlanan dan kami
berhenti untuk makan kembali di rumah makan Sooka Indah, Tabanan. Kami tak lupa
mandi dan menikmati sejuknya pagi Pulau bali,sampai akhirnya kamipun
melanjutkan perjalanan ke objek wisata Pura Luhur Tanah Loot. Sebelum kita
sampai ketanah Loot kami ditemani oleh dataran terasering persawahan, tak lama
ada seseorang laki-laki yang bernama Bly Nyoman, ia adalah orang yang
ditugaskan sebagai tour Gade kami selama di Pulau Bali. Tidak lama kira-kira 30
menit bis berjalan kami pun tiba di Tanah Loot. Sesampainya disana kami mencoba
menikmati keindahan Pura yang berada di tengah laut, alangkah beruntungnya
ketika kami berkunjung di Tanah lot karena secara tidak sengaja disana sedang
diadakan ritual pembersihan, dan kami berkesempatan melihat panorama keindahan
tradisi kebudayaan masyarakat Bali yang turun menurun. 1 jam kami di wisata
tanah lot dan kami bergegas untuk melanjutkan perjlalanan ke wisata lainya.
Perjalanan masih
berlangsung, rasa kelelahan masih mendarah daging, keinginan mematikan organ
tubuh sesaatpun ingin dilakukan, namun tak sanggup karena sepanjang jalan kami
menikmati keindahan pulau bali meski hanya dari dalam otto persegi panjang.
Setelah kami bercakap-cakap dan mulai akrap dengan Bly nyoman, kamipun mulai
menanyakan banyak hal tentang Bali, entah kebudayaan,perekonomian ataupun
kehidupan beragama masyarakat Bali. Tak terasa kamipun sudah sampai di objek
wisata Luwus Joger. Kami sempatkan untuk berbelanja T-Shert di Joger, dan
sayangnya saya tidak bisa lama untuk memilah barang yang akan dibeli karena
waktu sudah menunjukan pukul 11.30 Wita yang dimaksudkan khusus Mahasiswa
laki-laki di anjurkan menjalankan salat Jumat. Untuk melaksanakan salat Jumat
kamipun harus naik bis untuk mencari Masjid, sampai akhirnya kami melaksanakan
salat di masjid Al-Hikmah di dekat danau. Sehabisnya salat jumat kamipun
melanjutkan perjalanan ke Rumah makan Cah Ayu untuk makan dan selesainya makan
kami melanjutkan perjalanan ke wisata Pusat
Rakyat Bali (Museum Braja Sandi). Dalam kawasan museum tersebut saya dapat
melihat bangunan yang sangat megah, dan didalamnya kami mendapati sebuah
miniatur yang menggmbarkan perlawanan masayarakat Bali terhadap penjajah. Untuk
mencapai puncak museum kamipun dihruskan naik tangga yang berbentuk melingkar
seperti tangga, selain itu dari puncak museum kami dapat menikmati tiupan angin
semilir serambi menikmai pemandangan kota Gianyar, Bali. Setelah puas kami
menikmati pemandangan kota Gyanyar dari atas Museum, kami melanjutkan
perjalanan ke Pasar Seni Sukawati Guwang. Kami dapat melihat Cindramata khas
Bali yang harganya Murah meriah.setelah kami puas berbelanja,kamipun bergegas
untuk Cek in di Hotel Made Bali, Jalan Sempidi Raya, Badung Bali di hari itu.
Kami pun mulai bergegas untuk mandi dan beristirahat.
Pagi Bali pun menyambut saat itu, kegiatan hari ke dua di
Bali dimulai dengan makan di hotel dan melanjutkan perjalanan ke Objek Study Bali
TV. Kesan pertama masuk area Bali TV adalah pemandangan gedung dan kami
disambut dan diberi penjelasan di depan lapangan gedung Bali TV. Kami sempat
mengintip sebentar tentang suasana dan latar Tv Bali, dimana ada percetakn
koran.
Matahari mulai meninggi, kepala mulai meneteskan keringat,
dan kamipun melanjutkan perjalanan ke pusat perbelanjaan cendramata Dewata.
Kami disana disambut dengan pabrik pembuatan asli Dewata dan kami pun
mendapatkan informasi tentang bisnis lewat kuliah umum kewirausahaan yang
bertemakan Cinta membawa berkah Dewata interpleneur. Setelah kami melakukan
kuliah umum kami langsung makan siang, dan dilanjutkan menuju Objek Wisata
Pantai Pandawa. Perjalanan kami saat itu terasa sangat special, karena kita
melewati tol atas laut pertama di Indonesia, pada akhirnya kita sampai di objek
wisata Pantai Pandawa. Nyoman memaparkan,masyarakat daerah pantai pandawa
adalah masyarakat yang kurang diperhatikan pemerintah,karena keberadaan mereka
di tutupi oleh tebing-tebing, sampai akhirnya pemerintah membuat akses jalan
kurang lebih sepanjang 1,5 km untuk sampai ke pantai Pandawa.Ketika kita sampai
di pantai pandawa, kita akan disambut jalan yang indah karena kita akan
melewati tebing-tebing dan tebing tersebut ada patung ke lima Pandawa
pewayangan, yaitu: Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.Kelebihan pantai
Pandawa juga terlihat dari hamparan pasir berwarna putih
Pada sore itu sekitar pukul 16.00 kami melanjutkan ke Pantai
Kuta, untuk menikmati tebenamnya matahari, pantai kuta memang sangat indah,
angin yang berhembus mengakibatkan hilangnya kepenatan dan kelelahan. Pada saat
itu saya berkesempatan untuk berbincang dan foto-foto dengan wisatawan
Mancanegara. Objek wisata terakhir sore itu diakhiri di pantai Jimbaran, kami
serombongan KKL menikmati makan malam serambi melaksanakan malam
keakraban.Setelah acara makrab selesai kurang lebih pukul 22.Wita kami bergegas
kembali ke hotel untuk ber istirahat.
Pagi kembali menyambut, perasaan sedih bercampur dengan
senag. Perasaan senang karena kami akan bergegas kembali ke Kampus untuk
bertemu rekan-rekan dan sanak keluarga, disisi lain kami merasa sedih karena
kami akan menutup keindahan Bali. Pukul 8.00 Wita pun tepat berada di tangan
ini, dan kami siap begegas untuk perjalanan pulang ke Kota Semarang. Ditengah
jalan kami berhenti di pusat perbelanjaan cindramata, dan dilanjutkan
perjalanan selama 2 jam menuju pelabuhan Gilymanuk. Setelah rombongan kami tiba
pelabuhan Gilymanuk waktunya kami bergegas untuk masuk ke kapal. Rombongan kami
berada 2 jam di kapal dan tiba di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Kami melakukan perjalanan kurang lebih 15 jam agar sampai ke
Kota Semarang, dan di jalan kami merasakan sisa-sisa kebersaman dengan teman
dan Bali yang masih terbayang dalam sanubari. Pukul 4.00 Wib pun tiba, dan
akhirnya kami sampai di Kampus dengan selamat.